![]() |
| Foto: id.wikipedia.org |
Untuk sistem penerimaan mahasiswa
baru jalur SBMPTN tahun ini mungkin akan sangat berbeda dari tahun sebelumnya.
Nantinya akan ada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang nilainya nanti
untuk bekal mendaftar di universitas tujuan.
Bahkan untuk memaksimalkan sistem
tersebut, hari ini Menristekdikti, M Nasir, meluncurkan Lembaga Tes Masuk
Perguruan Tinggi (LTMPT). Sehingga pelaksana penerimaan mahasiswa baru bukan
lagi panitia lokal atau panlok. Peluncuran LTMPT digelar diujung acara Rakernas
Kemenristekdikti 2019 di Undip Semarang.
"Jadi kita sederhanakan dengan
lembaga permanen. Dulu SBMPTN panitianya berganti-ganti," kata M Nasir,
Jumat (4/1/2019).
Dengan sistem tersebut, lanjut
Nasir, calon mahasiswa akan mengikuti UTBK terlebih dahulu kemudian dalam
rentang 10 hari akan keluar nilai dan nilai itulah yang digunakan untuk
mendaftar ke universitas.
"Sekarang mereka tes dulu,
terus dapat nilai, baru mendaftar ke PTN yang diinginkan. Sistem skorsing, tes
potensial skolastik dan tes kompetensi akademik," jelasnya.
Sementara itu ketua LTMPT, Ravik
Karsidi, menjelaskan UTBK tidak hanya digelar sehari melainkan dalam waktu 10
hari dengan 2 sesi setiap harinya, sehingga peserta bisa menyesuaikan hari apa
yang akan dipilih untuk ujian.
"Untuk SNMPTN tetap dengan
basis rapor semester 1 sampai 5 sedangkan SBMPTN yang berubah sama sekali, anak
punya kesempatan 2 kali UTBK, ini berubah total," kata Karsidi.
"Ini diselenggarakan 10 hari
atau totalnya 20 sesi, jadi bisa menyesuaikan waktu," imbuhnya.
Penyelenggaraan UTBK ada di 74
univeritas yang memenuhi syarat dan siap melaksanakan. Jadwal tes bisa dilihat
melalui website http://halo.ltmpt.ac.id yang juga diresmikan hari ini oleh
Menristek.
"Materi soal kami persiapkan
sendiri, kami punya tim profesional dari dosen yang berpengalaman dan
mendengarkan dari guru-guru SMA," pungkas Karsidi.
(alg/mbr) (sumber berita dari: news.detik.com)
